Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
Hotline: 087878821248
SMS (021)9346.1965 - 081385386583

Pemanfaatan Air Biji Lamtoro Untuk Diabetes Melitus

Minggu, 25 Januari 2015

Lamtoro, petai cina, atau petai selong adalah sejenis perdu dari suku Fabaceae (Leguminosae, polong-polongan), yang kerap digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun diperkenalkan ke Jawa untuk kepentingan pertanian dan kehutanan,[6] dan kemudian menyebar pula ke pulau-pulau yang lain di Indonesia. Tanaman ini di Malaysia dinamai petai belalang.

Tumbuhan ini dikenal pula dengan aneka sebutan yang lain seperti pĕlĕnding, peuteuy sélong (Sd.); kemlandingan, mètir, lamtoro dan lamtoro gung (lamtoro besar; untuk varietas yang bertubuh lebih besar) (Jw.); serta kalandhingan, lantoro (Md.).[6] Nama-namanya dalam pelbagai bahasa asing, di antaranya: petai belalang, petai jawa (Mly.); lamandro (PNG); ipil-ipil, elena, kariskis (Fil.); krathin (Thai); leucaena, white leadtree (Ingg.); dan leucaene, faux mimosa (Prc.).[7] Nama spesiesnya, leucocephala (='berkepala putih') mengacu kepada bongkol-bongkol bunganya yang berwarna keputihan.[8]

INTRODUKSI
Pohon atau perdu memiliki tinggi hingga 20m;[9] meski kebanyakan hanya sekitar 2-10 m.[10]

Percabangannya rendah dan banyak, dengan pepagan berwarna kecoklatan atau keabu-abuan, berbintil-bintil dan berlentisel. Ranting-rantingnya berbentuk bulat torak, dengan ujung yang berambut rapat.[7]
 
Daunnya majemuk dan berbentuk menyirip rangkap, siripnya berjumlah 3-10 pasang, kebanyakan dengan kelenjar pada poros daun tepat sebelum pangkal sirip terbawah; daun penumpu kecil, bentuk segitiga. Anak daun tiap sirip 5-20 pasang, berhadapan, bentuk garis memanjang, 6-16(-21) mm × 1-2(-5) mm, dengan ujung runcing dan pangkal miring (tidak sama), permukaannya berambut halus dan tepinya berjumbai.[7][11]
Bunganya majemuk berupa bongkol bertangkai panjang yang berkumpul dalam malai berisi 2-6 bongkol; tiap-tiap bongkol tersusun dari 100-180 kuntum bunga, membentuk bola berwarna putih atau kekuningan berdiameter 12–21 mm, di atas tangkai sepanjang 2-5 cm.[8] Bunga kecil-kecil, berbilangan-5; tabung kelopak bentuk lonceng bergigi pendek, lk 3 mm; mahkota bentuk solet, lk. 5 mm, lepas-lepas. Benangsari 10 helai, lk 1 cm, lepas-lepas.[11]

Buahnya polong berbentuk pita lurus, pipih dan tipis, 14–26 cm × 2 cm, dengan sekat-sekat di antara biji, hijau dan akhirnya coklat kehijauan atau coklat tua apabila kering jika masak, memecah sendiri sepanjang kampuhnya. Buah lamtoro mengandung 15-30 biji yang terletak melintang dalam polongan, berbentuk bulat telur sungsang[10] atau bundar telur terbalik, dengan warna coklat tua mengkilap yang berukuran 6–10 mm × 3-4,5 mm.[7][11] Bijinya mirip petai, namun berukuran lebih kecil dan berpenampang lebih kecil.[12]


Lamtoro berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dan dari situ kemudian menyebar luas. Penjajah Spanyol membawa biji-bijinya dari sana ke Filipina pada akhir abad XVI. Dari tempat ini mulailah lamtoro menyebar luas ke pelbagai bagian dunia. Lamtoro ditanam sebagai peneduh tanaman kopi, penghasil kayu bakar, serta sumber pakan ternak yang lekas tumbuh.[13]

ASAL-USUL, ANAK JENIS DAN PERSEBARAN
Lamtoro mudah beradaptasi, dan dengan cepat tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika; termasuk pula di Indonesia. Ada tiga anak jenis (subspesies)nya, yakni:[8]
  • Leucaena leucocephala ssp. leucocephala; ialah anak jenis yang disebarluaskan oleh bangsa Spanyol. Di Jawa dikenal sebagai lamtoro atau petai cina ‘lokal’, berbatang pendek sekitar 5 m tingginya dan pucuk rantingnya berambut lebat.
  • ssp. glabrata (Rose) S. Zárate. Dikenal sebagai lamtoro gung, tanaman ini berukuran besar (pohon, daun, bunga, buah) dibandingkan anak jenis yang pertama. Lamtoro gung baru menyebar luas di dunia dalam beberapa dekade terakhir. Serta;
  • ssp. ixtahuacana C. E. Hughes; yang menyebar terbatas di Meksiko dan Guatemala.
PEMANFAATAN
Sejak lama lamtoro telah dimanfaatkan sebagai pohon peneduh, pencegah erosi, sumber kayu bakar dan pakan ternak. Di tanah-tanah yang cukup subur, lamtoro tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ukuran dewasanya (tinggi 13–18 m) dalam waktu 3 sampai 5 tahun. Tegakan yang padat (lebih dari 5000 pohon/ha) mampu menghasilkan riap kayu sebesar 20 hingga 60 m³ per hektare per tahun. Pohon yang ditanam sendirian dapat tumbuh mencapai gemang 50 cm.[13] Jika ditanam di dekat-dekat pohon lainnya, maka pohon di sampingnya akan kekurangan sinar matahari. Oleh sebab itu, biasanya lamtoro/petai cina ditanam sebagai pohon pelindung/peneduh, dan untuk menanggulangi terjangan angin ribut. Tumbuhan ini juga dapat dipakai untuk pupuk hijau -dengan cara membenamkan daun pangkasnya sebagai pupuk dalam tanah-.[14]

Lamtoro adalah salah satu jenis polong-polongan serbaguna yang paling banyak ditanam dalam pola pertanaman campuran (wanatani). Pohon ini sering ditanam dalam jalur-jalur berjarak 3–10 m, di antara larikan-larikan tanaman pokok. Kegunaan lainnya adalah sebagai pagar hidup, sekat api, penahan angin, jalur hijau, rambatan hidup bagi tanaman-tanaman yang melilit seperti lada, vanili, markisa dan gadung, serta pohon penaung di perkebunan kopi dan kakao.[7][15] Di hutan-hutan tanaman jati yang dikelola Perhutani di Jawa, lamtoro kerap ditanam sebagai tanaman sela untuk mengendalikan hanyutan tanah (erosi) dan meningkatkan kesuburan tanah.[16] Perakaran lamtoro memiliki nodul-nodul akar tempat mengikat nitrogen dan banyak menghasilkan daun sebagai sumber organik.[17]


LEZAT BERKHASIAT Tumis Daun Mengkudu

Banyak sajian lezat yang bisa dihadirkan dari daun mengkudu yang tebal dan lembut halus ini. Meskipun rasanya pahit, tapi ternyata ada juga beberapa restoran di Betawi yang menyajikan sajian seperti Nasi Goreng Daun Mengkudu, atau Tumis Daun Mengkudu.

Bahkan di Aceh Darussalam, sajian olahan sayur daun mengkudu merupakan sajian wajib di bulan puasa, karena di samping khasiat yang melimpah bagi kesehatan, ternyata daun mengkudu memang lezat untuk dinikmati sebagai tumisan dan sayuran.

Berikut ini penulis menyajikan resep sederhana untuk tumisan berbahan daun mengkudu dan tak lupa saya lampirkan pula manfaat dan khasiat apa yang ada dalam daun mengkudu.

Tumis Daun Mengkudu Teri
Resep olahan daun mengkudu yang khas dengan ikan teri.

BAHAN BAKU:
30 lembar (250 gr) daun mengkudu
3 sdm minyak goreng
5 butir bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
5 buah cabe merah, belah memanjang
1/2 sendok terasi bakar, remas
2 batang sereh ambil putihnya, memarkan
4 lembar daun jeruk
2 papan pete, kupas
1 sdt garam
50 gr teri nasi, goreng

PEMBUATAN:
1. Cuci bersih daun mengkudu, iris kasar, sisihkan.
2. Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih, cabai merah, terasi bakar, serai dan daun jeruk hingga harum
3. Masukkan petai dan daun mengkudu. Aduk sebentar. Tambahkan garam dan teri nasi goreng. Aduk rata hingga semua bahan matang. Angkat dan sajikan.

KHASIAT DAUN MENGKUDU
Mengkudu adalah tanaman pengobatan alternatif yang kini lebih dikenal dengan sebutan Noni. Mengkudu mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Tanaman ini bisa tumbuh di tinggian 1500 meter di atas permukaan laut. Tanaman Noni tumbuh hingga 8 meter dengan daun lebar-lebar dan mempunyai bunga putih. Buah mengkudu ketika masih muda berwarna hijau dengan bintikan hitam sekujur buahnya, kalau sudah tua atau matang akan berwarna kuning atau putih, warna putih buah mengkudu menandakan buah ini siap dinikmati atau dibuat jus.

Setelah mengetahui manfaat buah mengkudu, kini mari kita lihat apa saja manfaat daun dari pohon mengkudu ini.

Daun mengkudu bermanfaat sebagai makanan yaitu pengganti sayuran, juga bermanfaat untuk melawan perut kembung pada anak-anak, serta bermanfaat Mengobati ambeien.

Bagi kecantikan daun mengkudu juga mempunyai manfaat. Diantaranya yaitu untuk mengobati jerawat dan untuk melangsingkan tubuh.

Namun demikian, mengkudu lebih dikenal karena manfaatnya untuk kesehatan. Biasanya untuk kesehatan, para herbalis membuat jamu mengkudu yang mampu untuk menyembuhkan penyakit kuning, peradangan limpa, peradangan hati, serta dapat membantu membuang cairan-cairan empedu dan menghilangkan kolesterol yang berlebihan, dan mempunyai beragam manfaat kesehatan lainnya.

Demikianlah manfaat daun mengkudu dan manfaat buah mengkudu bagi kesehatan, sehingga dengan mengetahui info ini maka kita lebih semangat dan tidak takut dalam mengkonsumsi buah mengkudu.

sumber: ManfaatDaun

Apakah Buah Anggur Itu?

Anggur merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae.[1] Buah ini biasanya digunakan untuk membuatjus anggur, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau dimakan langsung.[1]

Buah ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya.[2] Aktivitas ini juga terkait dengan adanya senyawa metabolit sekunder di dalam buah anggur yang berperan sebagai senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.[3][4]

Tanaman ini sudah dibudidayakan sejak tahun 4000 SM di Timur Tengah.[1] Akan tetapi, proses pengolahan buah anggur menjadi minuman anggur baru ditemukan pada tahun 2500 SM oleh bangsaMesir.[1] Hanya beberapa waktu berselang, proses pengolahan ini segera tersebar luas ke berbagai penjuru dunia, mulai dari daerah di Laut Hitam, Spanyol, Jerman, Perancis, dan Austria.[1]Penyebaran buah ini berkembang samakin pesat dengan adanya perjalanan Colombus yang membawa buah ini mengitari dunia.[1]

VARIETAS ANGGUR
Buah anggur memiliki banyak varietas, antara lain[5][6][7]:
Hibrida juga ada, utamanya merupakan persilangan dari V. vinifera dengan satu atau lebih varietas V. labrusca,V. riparia atau V. aestivalis.[6] Hibrida cenderung lebih tidak terpengaruh dingin ("frost") dan penyakit (terutamaphylloxera), tetapi minuman anggurnya kurang memiliki karakteristik aroma "foxy" labrusca.[6]

Anggur laut Coccoloba uvifera merupakan anggota dari keluarga Buckwheat Polygonaceae dan merupakan tanaman asli di tanah di Laut Karibia.[6]

KONDISI TUMBUHAN
Iklim
Anggur merupakan salah satu tanaman yang hidup pada daerah dataran rendah.[1] Tidak seperti kebanyakan tanaman lainnya, tanaman anggur justru membutuhkan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan agar dapat tumbuh dengan baik dan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi.[1]Curah hujan yang diperlukan oleh tanaman ini hanya 800 mm per tahun.[1]Oleh karena itu, penyiraman yang berlebihan dapat mengganggu proses pembuahannya.[8] Suhu untuk tumbuh maksimal adalah 31oC dan suhu minumum adalah 23oC dengan kelembapan udara berkisar antara 75-80%.

Media Tanam
Hanya beberapa jenis tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman anggur dengan baik.[8] Secara umum, tanah tersebut harus mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang cukup agar tanaman tidak mengalamitranspirasi berlebihan.[8] Selain itu, tanah yang digunakan harus subur dan bertekstur gembur agar terdapat asupan nutrisi dan pasokan udara yang baik.[8] Tanah tersebut juga harus memiliki derajat keasaman (pH) yangnetral, yaitu 7.[8]

MANFAAT BAGI KESEHATAN
Anggur memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, terutama golongan flavonoid dan antosianin, serta resveratol.[9] Penelitian lain mengungkapkan bahwa senyawa aktif di dalam anggur mampu meningkatkan kerja sel endotelial yang berperan dalam memperlancar aliran darah dalam arteri terkait dengan aktivitasnya terhadap sel-sel otot halus.[10] Melalui mekanisme ini, risiko terkena serangan jantung dapat berkurang. [11]Selain itu, anggur juga mengandung banyak senyawa antioksidan yang daya kerjanya lebih kuat daripada vitamin C dan vitamin E.[11] Di dalam tubuh, senyawa flavonoid anggur dapat meningkatkan produksi lemak baik (HDL) sekaligus menurunkan trigliserida yang beredar di dalam darah.[11]

NILAI NUTRISI
Anggur, merah atau hijau
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz)
Energi288 kJ (69 kcal)
Karbohidrat18.1 g
Gula15.48 g
Serat pangan0.9 g
Lemak0.16 g
Protein0.72 g
Thiamine (Vit. B1)0.069 mg (5%)
Riboflavin (Vit. B2)0.07 mg (5%)
Niacin (Vit. B3)0.188 mg (1%)
Asam Pantothenat (B5)0.05 mg (1%)
Vitamin B60.086 mg (7%)
Folat (Vit. B9)2 μg (1%)
Vitamin B120 μg (0%)
Vitamin C10.8 mg (18%)
Vitamin K22 μg (21%)
Kalsium10 mg (1%)
Besi0.36 mg (3%)
Magnesium7 mg (2%)
Mangan0.071 mg (4%)
Fosfor20 mg (3%)
Kalium191 mg (4%)
Natrium3.02 mg (0%)
Seng0.07 mg (1%)
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.
Sumber: Data Nutrisi USDA

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. KlinikHerbalis.- - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger